Rika Sensor adalah produsen sensor cuaca dan penyedia solusi pemantauan lingkungan dengan pengalaman industri lebih dari 10 tahun.
Seberapa banyak yang Anda ketahui tentang istilah-istilah yang umum digunakan dalam Internet of Things? (dua)
Seiring dengan munculnya konsep Internet of Everything, Internet of Things semakin dikenal publik, dan semakin banyak istilah yang terkait dengannya.
1, ZigBee ZigBee adalah protokol jaringan area lokal berdaya rendah yang berbasis pada standar IEEE802.15.4. Menurut standar internasional, teknologi ZigBee adalah teknologi komunikasi nirkabel jarak pendek dan berdaya rendah. Nama ini (juga dikenal sebagai Perjanjian Zigbee) berasal dari tarian delapan karakter lebah, karena lebah mengandalkan 'tarian' terbang dan 'zig' (menggoyangkan sayap) untuk menyampaikan informasi lokasi serbuk sari kepada teman-teman mereka. Dengan kata lain, lebah mengandalkan cara ini untuk membentuk jaringan komunikasi di dalam koloni. Karakteristiknya adalah jangkauan dekat, kompleksitas rendah, pengaturan mandiri, konsumsi daya rendah, dan laju data rendah. Teknologi ini terutama cocok untuk kontrol otomatis dan kendali jarak jauh, dan dapat diintegrasikan ke dalam berbagai perangkat. Singkatnya, ZigBee adalah teknologi komunikasi jaringan nirkabel jarak pendek, berdaya rendah, dan murah. ZigBee adalah protokol jaringan nirkabel untuk transmisi kecepatan rendah dan jarak pendek. Protokol ZigBee mencakup lapisan fisik (PHY), lapisan kontrol akses media (MAC), lapisan transport (TL), lapisan jaringan (NWK), lapisan aplikasi (APL), dan seterusnya dari bawah ke atas. 2. Bluetooth (bluetooth) Untuk Internet of Things (IoT), protokol komunikasi nirkabel Bluetooth terutama memiliki dua bentuk. Yang pertama adalah teknologi Bluetooth standar, yang banyak digunakan di berbagai perangkat rumah pintar mulai dari lemari es yang terhubung ke jaringan hingga pancuran dan kunci pintu; yang kedua adalah teknologi Bluetooth hemat daya, yang biasanya disebut sebagai 'BLE'. Jaringan besar perangkat yang terhubung dengan konsumsi daya terbatas lebih menarik karena masa pakai baterai bukan lagi faktor pembatas. Kedua bentuk tersebut telah ditingkatkan dalam versi Bluetooth 5.0 pada Desember 2016. Bluetooth 5.0 memperluas jangkauan transmisi perangkat Bluetooth dan meningkatkan throughput data perangkat Bluetooth. 3. RFID (Identifikasi Frekuensi Radio) Identifikasi Frekuensi Radio, atau teknologi identifikasi frekuensi radio, adalah jenis teknologi identifikasi otomatis. Teknologi ini melakukan komunikasi data dua arah tanpa kontak melalui frekuensi radio dan menggunakan frekuensi radio untuk berkomunikasi dengan media perekaman (tag elektronik atau kartu frekuensi radio) untuk membaca dan menulis guna mencapai tujuan identifikasi dan pertukaran data. Teknologi ini dianggap sebagai salah satu teknologi informasi dengan potensi pengembangan di abad ke-21. Teknologi identifikasi frekuensi radio menggunakan teknologi pertukaran dan penyimpanan informasi cepat non-kontak gelombang radio, menggabungkan komunikasi nirkabel dengan teknologi akses data, dan kemudian terhubung ke sistem basis data untuk mencapai komunikasi dua arah non-kontak, sehingga mencapai tujuan identifikasi. Untuk pertukaran data, sistem yang sangat kompleks dihubungkan secara seri. Dalam sistem identifikasi, pembacaan dan penulisan serta komunikasi tag elektronik direalisasikan melalui gelombang elektromagnetik. Menurut jarak komunikasi, dapat dibagi menjadi jarak dekat dan jarak jauh. Karena alasan ini, mode pertukaran data antara perangkat baca/tulis dan tag elektronik dibagi menjadi modulasi beban dan modulasi hamburan balik. 4. NFC (Komunikasi Jarak Dekat, Komunikasi Jarak Dekat) NFC adalah teknologi yang sedang berkembang. Perangkat (seperti telepon seluler) yang menggunakan teknologi NFC dapat bertukar data ketika berada dekat satu sama lain. Teknologi ini berevolusi dari integrasi identifikasi frekuensi radio (RFID) tanpa kontak dan teknologi interkoneksi. Dengan mengintegrasikan fungsi pembaca kartu induktif, kartu induktif, dan komunikasi titik-ke-titik pada satu chip, NFC memungkinkan penggunaan terminal seluler untuk mewujudkan pembayaran seluler dan tiket elektronik, kontrol akses, identifikasi seluler, anti-pemalsuan, dan aplikasi lainnya. 5, 6LoWPAN (IPv6 melalui jaringan area pribadi berdaya rendah) 6LoWPAN adalah standar jaringan area pribadi nirkabel berkecepatan rendah, yang mengimplementasikan komunikasi IPv6 berdasarkan IEEE 802.15.4. Keunggulan 6LoWPAN terletak pada dukungan daya rendahnya, yang dapat diterapkan pada hampir semua perangkat, termasuk perangkat genggam dan perangkat komunikasi; ia memiliki standar enkripsi AES-128 bawaan dan mendukung mekanisme otentikasi dan keamanan yang ditingkatkan. 6. LoRA (Long Range Radio, radio jarak jauh) Nama LoRa merupakan singkatan dari Long Range Radio (Radio Jarak Jauh), sebuah teknik modulasi chirp spread spectrum. LoRa adalah lapisan fisik atau modulasi nirkabel yang menciptakan koneksi komunikasi jarak jauh. Dibandingkan dengan teknologi FSK tradisional dan teknologi frekuensi radio jarak pendek yang kurang stabil dan aman, LoRa didasarkan pada teknologi modulasi CSS (Chirp Spread Spectrum) untuk mempertahankan konsumsi daya yang rendah. Pada saat yang sama, jangkauan komunikasi telah meningkat secara signifikan, dan teknologi CSS telah banyak digunakan dalam komunikasi ruang angkasa selama beberapa dekade, serta memiliki karakteristik jarak transmisi yang jauh dan ketahanan terhadap interferensi yang kuat. Selain itu, teknologi LoRa tidak memerlukan pembangunan stasiun pangkalan, sebuah gateway dapat mengontrol lebih banyak perangkat, dan tata letak jaringan lebih fleksibel, yang dapat sangat mengurangi biaya pembangunan. 7. SMS (Layanan Pesan Singkat, layanan pesan singkat) Layanan pesan singkat (SMS) adalah layanan penyimpanan dan penerusan. Dengan kata lain, pesan singkat tidak dikirim langsung dari pengirim ke penerima, tetapi selalu diteruskan melalui pusat layanan SMS. Jika penerima tidak terhubung (mungkin telepon dimatikan), pesan akan dikirim saat penerima terhubung kembali. 8. IPv6 (Protokol Internet Versi 6) IPv6 adalah protokol IP generasi berikutnya yang dirancang oleh IETF (Internet Engineering Task Force) untuk menggantikan protokol IP (IPv4). Penggunaan IPv6 tidak hanya menyelesaikan masalah jumlah sumber daya alamat jaringan, tetapi juga mengatasi hambatan akses internet bagi banyak perangkat. Istilah-istilah di atas adalah istilah umum yang digunakan dalam edisi Internet of Things kali ini yang disusun oleh editor, sampai jumpa di lain waktu.