loading

Rika Sensor adalah produsen sensor cuaca dan penyedia solusi pemantauan lingkungan dengan pengalaman industri lebih dari 10 tahun.

Peran sensor suhu dan kelembaban pertanian dalam pertanian cerdas

Peran sensor suhu dan kelembaban pertanian dalam pertanian cerdas

Dengan perkembangan dan popularisasi teknologi Internet of Things yang berkelanjutan, penerapan teknologi penginderaan dan jaringan Internet of Things di industri pertanian, khususnya di bidang peralatan pertanian, berkembang dengan kecepatan luar biasa.

Pertanian cerdas adalah integrasi mendalam antara teknologi Internet of Things (IoT) dan pertanian tradisional, yang terpenting adalah teknologi sensor. Melalui sensor, dimungkinkan untuk mengatasi kendala faktor alam seperti cuaca, dan mewujudkan pemantauan ilmiah jarak jauh di berbagai lahan, seperti ladang, rumah kaca, produk perairan, dan peternakan, serta secara efektif mengurangi konsumsi tenaga kerja. Analisis ilmiah juga dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan seluruh sektor pertanian dalam menghadapi bencana dan meningkatkan hasil panen. Sensor pertanian telah membawa produksi pertanian tradisional menuju pengembangan pertanian cerdas yang cerdas, otomatis, dan dikendalikan dari jarak jauh.

Saat ini, sensor pertanian yang umum digunakan meliputi sensor iluminasi, sensor karbon dioksida, sensor suhu dan kelembaban, dan lain-lain. Yang paling banyak digunakan adalah sensor suhu dan kelembaban, lalu apa peran sensor suhu dan kelembaban dalam pertanian cerdas? Apa perannya?

1. Memenuhi kondisi kelangsungan hidup tanaman

Berbagai jenis sayuran, pohon buah-buahan, dan bunga memiliki kebutuhan suhu yang berbeda. Misalnya, berbagai jenis bunga membutuhkan suhu yang berbeda untuk berbunga: morning glory, cockscomb, impatiens. Suhu yang sesuai untuk berbunga bagi bunga adalah antara 25℃ dan 30℃, sedangkan suhu yang sesuai untuk berbunga bagi poppy, snapdragon, hollyhock, dan bunga lainnya adalah antara 15℃ dan 25℃.

Demikian pula, berbagai jenis tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda: tanaman tahan kekeringan memiliki sistem perakaran yang berkembang, daya serap air yang kuat, penguapan daun yang lebih sedikit, dan konsumsi air yang lebih rendah; tanaman basah memiliki sistem perakaran yang lemah, daun tipis dan besar. Konsumsi air melalui penguapan sangat besar, sebagian besar berasal dari daerah tropis dan rawa; tanaman mesofit tidak tahan kekeringan dan banjir. Periode pertumbuhan yang berbeda dari tanaman sejenis memiliki kebutuhan air yang berbeda: periode perkecambahan biji: membutuhkan banyak air; periode pertumbuhan bibit: sistem perakaran kecil, ketahanan terhadap kekeringan lemah, tanah perlu dijaga kelembapannya, tetapi kelembapan tidak boleh terlalu tinggi; periode pertumbuhan vegetatif: kebutuhan air besar (termasuk kandungan air tanah dan kelembapan udara); periode berbunga dan berbuah: kelembapan rendah.

Dengan memantau suhu dan kelembapan lingkungan serta mengaturnya tepat waktu, kondisi pertumbuhan berbagai tanaman dapat dipenuhi tepat waktu sehingga sayuran, pohon buah-buahan, bunga, dan tanaman lainnya menjadi lebih produktif dan meningkatkan keuntungan ekonomi tanaman.

Kedua, meningkatkan kapasitas penyerapan tanaman.

Suhu, terutama suhu tanah yang rendah, akan memengaruhi pertumbuhan dan kapasitas penyerapan akar tanaman. Ketika suhu mentimun di bawah 15℃, fenomena 'pemotongan pucuk bunga' akan terjadi. Suhu tanah yang terlalu rendah akan memengaruhi penyerapan unsur mineral oleh tanaman. Ketika suhu rendah di bawah 12℃, hal itu akan memengaruhi penyerapan fosfor oleh tanaman. Dengan memantau suhu lingkungan dan tanah, suhu dapat disesuaikan tepat waktu untuk meningkatkan kapasitas penyerapan tanaman.

3. Meningkatkan transpirasi dan fotosintesis tanaman

Lingkungan dengan kelembapan rendah akan menyebabkan stomata tanaman menutup dan melemahkan fotosintesis; kelembapan rendah dan suhu tinggi akan memperburuk transpirasi tanaman dan membuat tanaman kehilangan air sementara atau permanen (layu); kelembapan tinggi akan menghambat transpirasi tanaman dan memengaruhi penyerapan akar. Sensor suhu dan kelembapan digunakan untuk memantau kelembapan lingkungan dan menyesuaikannya tepat waktu agar tanaman tetap berada pada kelembapan yang tepat dan mendorong transpirasi serta fotosintesis tanaman.

Empat. Mengurangi penyakit tanaman

Penyakit tanaman sangat berkaitan dengan suhu. Mikroorganisme patogen tanaman sama seperti organisme lainnya. Kehidupan dan aktivitas mereka memiliki kisaran suhu tertentu, yang disebut suhu optimum. Jika suhu mencapai kisaran ini, mikroorganisme patogen akan bergerak paling sering. Di luar kisaran ini, aktivitasnya akan berkurang, dan akhirnya berhenti.

Lingkungan dengan kelembapan tinggi juga kondusif bagi perkembangbiakan mikroorganisme penyebab penyakit. Kelembapan di rumah kaca merupakan penyebab penting penyakit. Suhu dan kelembapan tidak hanya memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan mikroorganisme patogen, tetapi juga memengaruhi ketahanan tanaman terhadap penyakit. Gunakan sensor suhu dan kelembapan untuk memantau suhu dan kelembapan lingkungan, dan lakukan intervensi tepat waktu agar tidak memberikan kondisi hidup yang sesuai bagi mikroorganisme patogen, dan bunuh mikroorganisme patogen sejak dini.


Hunan Rika Electronic Tech Co.,Ltd melakukan operasi dalam jumlah besar dan mengkhususkan diri dalam menyediakan penawaran korporat untuk memenuhi kebutuhan berbagai perusahaan.

Selalu ada pertanyaan tentang bagaimana cara memasang sistem pemantauan lingkungan, tetapi pernahkah Anda memikirkan harganya? Kunjungi Rika Sensors untuk mendapatkan penawaran yang hemat biaya.

Solusi sensor kami telah mendapatkan banyak pengakuan di pasaran. Tidak diragukan lagi, pelanggan kami sangat puas dengan produk kami.

Berhubungan dengan kami
Artikel yang disarankan
pengetahuan INFO CENTER Informasi Industri
tidak ada data
Sensor RIKA
Hak Cipta © 2025 Hunan Rika Electronic Tech Co.,Ltd | Peta Situs   |   Kebijakan Privasi  
Customer service
detect